Tingginya Frekuensi Banjir di Daerah Urban


Banjir merupakan natural phenomena dimana terjadi kelebihan air yang tidak tertampung oleh sistem drainase di suatu area yang akibatnya dapat menggenangi permukiman, areal persawahan, dan lain sebagainya (Lundgreen, 1986). Fenomena banjir dipengaruhi beberapa element yaitu oleh natural factor yang berupa intensitas hujan, durasi hujan, litologi batuan, kemiringan lereng dan juga dipengaruhi oleh artificial factor yaitu penggunaan lahan yang kurang tepat seperti permukiman di dataran banjir dan daerah recharge, penggundulan hutan, pembuangan sampah ke dalam drainage system dan lain sebagainya.

Bentanglahan Dataran Aluvial dan Kaki Gunungapi Merapi


Bentanglahan merupakan permukaan lahan beserta asosiasi habitatnya yang dilihat pada skala menengah (mezo-scale) dengan luas sekitar 1 km2 hingga 10.000 km2 (Huggett, 1995). Sedangkan menurut Forman dan Godron (1986) bentanglahan ialah suatu area lahan heterogen yang tersusun dari seke-lompok ekosistem yang berinteraksi. Bentanglahan mempunyai peran yang signifikan dalam kehidupan manusia sehingga keberlanjutannya sangat diharapkan. Faktor pembentuk bentanglahan antara lain topografi, batuan, tanah, air, udara, flora, fauna, dan atribut-atribut pengaruh manusia. Antar faktor tersebut terjadi interaksi interrelationship (saling berhubungan) dan interdependence (saling bergantung).

Potensi Air Tanah di Wilayah Kepesisiran Kabupaten Cilacap


Air merupakan kebutuhan yang paling pokok yang sifatnya untuk memenuhi kebutuhan  hidup tanaman, hewan, dan manusia. Jumlah kualitas air bersih di bumi dapat memenuhi semua kebutuhan populasi manusia jika ketersediaanya itu tersebar merata dan kapasitasnya dapat diambil (Davie, 2007). Ketersediaan air di suatu daerah adalah sangat krusial, tanpa air mungkin tidak ada kehidupan dimuka bumi ini. Air yang melimpah belum tentu dapat dimanfaatkan dan belum tentu dapat mensejahterakan penduduk suatu daerah, karena masih ada faktor kualitas air yang mejadi bahan pertimbangan untuk dapat dikonsumsi terutama dikonsumsi oleh manusia.

Metode Pembelajaran di Sekolah: Konvensional-Inovatif


Permasalahan pendidikan yang dihadapi bangsa Indonesia adalah masih rendahnya mutu pendidikan pada setiap jenjang pendidikan (Hanifah dan Suhana, 2009). Rendahnya mutu pendidikan dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya adalah proses pembelajaran yang belum mampu menciptakan proses pembelajaran yang berkualitas. Guru berperan penting untuk kesuksesan dalam pembelajaran. Oleh karena itu, guru merupakan salah satu komponen sumber daya manusia yang harus diberi pengetahuan dan keterampilan secara kontinyu dan berkesinambungan dalam usaha meningkatkan kualitas sumber daya. Sehingga di dalam proses belajar mengajar guru harus memiliki strategi agar siswa dapat belajar secara efektif dan efisien sehingga dapat tepat sasaran pada tujuan yang diharapkan.

Morfodinamika Wilayah Pesisir Kabupaten Kendal


Seperti yang dikatakan oleh Thornbury dalam buku nya “Principles of Geomorphology” pada Hukum Uniformitarian ke-1, bahwa proses yang terjadi pada saat ini juga terjadi pada masa lampau dan akan terjadi pada masa yang akan datang dengan intensitas yang tidak selalu sama. Sedangkan pada Hukum Uniformitarian ke-3, bahwa proses yang terjadi di permukaan bumi ini akan meninggalkan bentuk yang khas pada permukaan bumi. Dari hukum tersebut dapat dijadikan sebagai acuan untuk memperkirakan kejadian yang pernah terjadi pada masa lampau, yang bentuk-bentuk lahanya mempunyai karakteristik yang khas.

Bahaya Longsor


Pada prinsipnya gaya dan proses yang terdapat dibumi ini dibagi menjadi dua, yaitu gaya endogen dan gaya eksogen. Gaya endogen merupakan gaya yang berasal dari dalam bumi dan gaya ini sifatnya membangun misalnya seperti vulkanisme, gempa bumi (earthquakes), dan lain lain. Gaya endogen ini membangun bumi menjadi bentuk-bentuk lahan seperti bentuk lahan struktural, lipatan (folds), sesar (faults), kekar (joints), dan sebagainya. Sedangkan gaya eksogen merupakan gaya yang berasal dari luar bumi dan sifatnya merusak. Gaya eksogen ini berasal dari presipitasi, air, angin, dan suhu udara. Akibat dari gaya eksogen ini menjadikan bentuk lahan yang sudah dibangun oleh gaya endogen dirusak menjadi bentuk lahan lain seperti bentuk lahan aeolin, denudasional, aluvial, dan lain-lain. Macam-macam dari gaya endogen ini adalah pelapukan, pelarutan, gerakan massa (mass movement). Dalam makalah ini tidak menjelaskan pelapukan dan pelarutan akan tetapi akan menjelaskan gerakan massa atau yang sering disebut dengan longsor (landslide).

Identifikasi Jenis Lahan Berdasarkan Ekosistem

Penggunaan lahan merupakan kegiatan manusia terhadap lahan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Di dalamnya terdapat unsur-unsur yang meliputi, aspek fisikal, aspek ekonomi, aspek teknikal dan asek sosial. Penggunaan lahan merupakan unsur yang paling menentukan terhadap kualitas lingkungan. Hal ini tidak hanya berlaku bagi kota-kota besar, akan tetapi juga berlaku bagi daerah perdesaan dan untuk daerah terpencil dimana campur tangan manusia masih sedikit sekali (Susanto, 1979).
Penggunaan lahan merupakan perwujudan konkrit dari aktivitas manusia terhadap fenomena yang ada di permukaan bumi. Penggunaan lahan ini berbeda antara daerah atau wilayah yang satu dengan yang lain, misalnya penggunaan lahan yang ada di kota Yogyakarta itu berbeda dengan yang ada di Sleman. Semua itu dipengaruhi oleh faktor manusia itu sendiri dalam memanfaatkan sumberdaya lahan. Bentuk penggunaan lahan suatu wilayah itu juga dipengaruhi oleh pertumbuhan penduduk dan aktivitas penduduk itu sendiri. Semakin meningkat jumlah penduduk dan semakin intensifnya aktivitas penduduk di suatu tempat berakibat pada semakin meningkatnya perubahan penggunaan lahan. Istilah penggunaan lahan (land use) dalam hal ini meliputi segala jenis kenampakan dan sudah dikaitkan dengan aktivitas manusia dalam memanfaatkan lahan itu sendiri.

Sistem Informasi Geografis

Sistem Informasi Geografis terdiri dari perangkat lunak, perangkat keras, serta aplikasi, telah dikenal sebagai alat (proses) pengambilan keputusan. Sebagian besar lembaga-lembaga besar pemerintah, swasta, akademis dan non akademis juga individu-individu yang memerlukan informasi berdasarkan data spasial telah mengenal dan menggunakan sistem ini. Perkembangan ini diikuti oleh membanjirnya produk teknologi GIS di pasar Indonesia, munculnya cepat saat sistem produk teknologi informasi multi-disiplin yang sudah pas juga diikuti juga dengan kemampuan untuk memahami sistem makna, data dan informasi, sistem informasi, sistem informasi geografis untuk menjaga kecepatan perkembangan teknologi. Sistem Informasi Geografi atau Informasi Geografis System (GIS) adalah sistem informasi berbasis komputer, dirancang untuk bekerja dengan menggunakan data memiliki informasi spasial (referensi spasial).

Pemanfaatan Inderaja


Penginderaan Jauh adalah teknik yang digunakan untuk mengamati fenomena di permukaan bumi tanpa bersentuhan langsung dengan obyek yang diamati.
Komponen penginderaan Jauh:
1. Tenaga. Tenaga dibedakan menjadi: 1) tenaga alami (sistem pasif ), contoh: sinar matahari, bulan. 2) Tenaga buatan (sistem aktif ), contoh: sinar blitz, lampu. Beberapa jenis tenaga: 1) tenaga bunyi, 2) tenaga elektromagnetik, 3) tenaga magnetic, 4) tenaga seismik.
2. Wahana. Wahana adalah alat yang digunakan untuk membawa sensor ke udara, beberapa contoh wahana dalam penginderaan jauh adalah: Pesawat terbang, Balon stratosfer, Satelit dll
3. Objek. Segala sesuatu yang menjadi sasaran pengamatan  dalam kegiatan penginderaan jauh
4. Sensor. Alat dalam penginderaan jauh yang dapat menerima informasi dalam berbagai bentuk, seperti cahaya, gelombang bunyi, gelombang elektromagnetik dll, berfungsi melacak, mendeteksi, merekam objek. Sensor terdiri atas: sensor fotografik dan sensor elektronik.
5. Citra. Citra adalah keluaran / hasil penginderaan jauh yang merupakan gambaran objek yang terekam pada lensa kamera atau sensor. Citra terdiri atas: citra foto dan citra non foto.

Biosfer


Biosfer adalah bagian dari litosfer, atmosfer dan hidrosfer yang mengandung kehidupan (flora, fauna dan manusia). Biosfer dibagi menjadi lingkungan biosfer yang disebut biocycle: biocycle daratan, biocyce air tawar dan biocycle air asin. Biocycle daratan dibagi menjadi beberapa lingkungan biosfer yang lebih kecil, sering disebut biochore atau bioma: bioma hutan, savana, grassland, tundra, gurun, dst.

Konsep Peta


Peta adalah:  Gambaran permukaan bumi yang diproyeksikan ke bidang datar dengan skala tertentu.
Fungsi dan Tujuan Pembuatan Peta
1.  Menunjukkan  posisi atau lokasi relatif di muka bumi
2.  Menunjukkan ukuran ( luas, jarak) di muka bumi
3.  Menggambarkan bentuk muka bumi
4.  Menyajikan data potensi suatu daerah
5.  Komunikasi informasi ruang
6.  Menyimpan informasi
7.  Membantu pekerjaan (kontruksi jalan, navigasi, perencanaan)
8.  Analisis  data  spasial (perhitungan volume)

Laut dan Pesisir

Laut adalah kumpulan air asin yang luas dan berhubungan dengan samudra. Air di laut merupakan campuran dari 96,5% air murni dan 3,5% material lainnya seperti garam-garaman, gas-gas terlarut, bahan-bahan organik dan partikel-partikel tak terlarut. Sifat-sifat fisis utama air laut ditentukan oleh 96,5% air murni

Jagad Raya


Jagad raya adalah alam semesta yang sangat luas (tidak terukur) mencakup berjuta-juta benda angkasa dan beribu-ribu kabut gas atau kelompok nebula. Kabut gas ini menjadi gugusan bintang melalui proses berjuta tahun lamanya. Salah satu dari kabut itu adalah: Galaksi Bima Sakti, Andromeda, dan Bima Sakti. Garis tengah kabut Andromeda kurang lebih 10.000 tahun cahaya. Tebal 1-2000 tahun cahaya.

Tata Surya


Tata surya merupakan suatu sistem yang terdiri atas matahari sebagai pusat dan planet-planet yang mengelilinginya. Jagad raya adalah alam semesta yang sangat luas dan tidak terukur, mencakup benda-benda angkasa, beribu-ribu kabut dan gas. Teori terbentuknya Tata Surya: 1) Carl Von Weizsaecker (awan debu), 2) Teori kabut (nebulae), 3) Teori Planetisimal, 4) Teori Bintang kembar, 5) Teori ledakan besar (big bang). Benda-benda Angkasa meliputi: 1) Satelit, 2) Asteroid, 3) Komet, 4) Meteor.