Pengertian Geomorfologi

Minggu, 10 Februari 2013 ·


Istilah geomorfologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu "geo" berarti bumi, "morphe" berarti bentuk, "logos" berarti uraian atau pembahasan. Geomorfologi dapat diartikan sebagai ilmu pengetahuan tentang bentuk-bentuk bumi, khususnya bentuk-bentuk permukaan bumi.

Berbagai pengertian tentang geomorfologi telah banyak dikemukakan oleh para ahli, antara lain: Lobeck (1939) mendifinisikan geomorfologi sebagai studi tentang bentuklahan. Thornbury (1969) mendifiniskan geomorfologi sebagai ilmu bentuklahan, baik bentuklahan yang ada di darat maupun bentuklahan di dasar laut. Strahler (1969) menjelaskan bahwa geomorfologi mendiskripsikan asal mula dan perkembangan sistematis semua jenis bentuklahan, dan merupakan bagian utama geomorfologi fisik. Cooke and Dornkamp (1974) mendifinisikan geomorfologi sebagai studi tentang bentuklahan, terutama pada sifatnya, asal proses perkembangannya, dan materi penyusunya. Zuidam and Cancelado (1979) geomorfologi adalah studi yang mendeskripsikan bentuklahan dan proses yang telah menyebabkan pembentukannya dan menyelidiki hubungan bentuk dan proses tersebut dalam susunan keruangannya. Verstappen (1983) geomorfologi merupakan ilmu yang mempelajari bentuklahan pembentuk muka bumi, baik di daratan maupun di dasar lautan dan menekankan pada proses pembentukan dan perkembangan pada masa yang akan datang, serta konteksnya dengan lingkungan.

Dari pengertian diatas, dapat diinferensikan bahwa geomorfologi merupakan ilmu tentang bentuklahan, terutama tentang sifat dasar, asal mula, proses-proses perkembangan, dan komposisi materialnya Bentuklahan merupakan suatu kenampakan permukaan bumi dengan karakteristik bentuk khusus, yang dapat dibedakan berdasarkan dominansi proses atau struktur tertentu dalam rangkaian perkembangannya.

Geomorfologi merupakan bagian dari studi geografi fisik yang mana menguraikan tentang konsep, tenaga, proses, dan bentuk lahan yang disebabkan oleh tenaga geomorfik. Permukaan bumi selalu mengalami perubahan bentuk dari waktu ke waktu sebagai akibat proses geomorfik, baik yang berasal dari dalam (endogen) ataupun yang berasal dari luar (eksogen) kulit bumi. Dalam studi geomorfologi dewasa ini, dipelajari pula bagaimana pemanfaatan dari setiap bentu-bentuk muka bumi bagi kepentingan kehidupan manusia, yang sering disebut dengan istilah Geomorfologi Terapan.

Referensi:
Cooke R.M. and Dornkamp J.C., 1974, Geomorphology in Environmental Management: an Introduction, Oxford, Clarendon Press
Lobeck A.K., 1939, Geomorphology, New York and London, Mc Graw-Hill Book Company Inc.
Strahler A., 1969, Introduction to Physical Geography, 2nd Edition, New York, John Wiley and Sons Inc.
Thornbury W.D., 1969, Principles of Geomorphology, New York, John Willey and Sons
Verstappen H.Th., 1983, Applied Geomorphology, Amsterdam, Elsevier Science Publisher 
Van Zuidam R.A. and van Zuidam-Cancelado F.I., 1979, Terrain Analysis and Classification Using Aerial Photograph: A Geomorphological Approach, International Institut for Aerial Survey and Earth Sciences (ITC), The Netherlands

Related Post

Cari Artikel

Twitter

Facebook

Google+

Blogger