PERKEMBANGAN KOLONIALISME DAN IMPERIALISME SERTA PENGARUHNYA

Kolonialisme
Kekuasaan kolonial barat datang ke Indonesia pada abad ke-16 dan 17. Kolonialisme berasal dari kata colunus (colonia) yang berarti suatu usaha untuk mengembangkan kekuasaan suatu negara di luar wilayah negara tersebut. Tujuan kolonialisme adalah untuk mencapai dominasi ekonomi atas sumber daya, manusia, dan perdagangan di suatu wilayah. Wilayah koloni adalah daerah-daerah yang kaya akan bahan mentah untuk keperluan negara yang melakukan kolonialisme.

Imperialisme
Imperialisme adalah usaha memperluas kekuasaan suatu negara untuk menguasai negara lain. Imperialisme dibagi 2 macam, yaitu imperialisme kuno dan imperialisme modern. Imperialisme kuno berlangsung sebelum revolusi industri dan bertujuan memiliki kekayaan (gold), mencapai kejayaan (glory), dan menyebarkan agama (gospel). Spanyol dan portugis adalah negara yang menjalankan imperialisme kuno. Inggris adalah negara yang menganut imperialisme modern.

Kedatangan Portugis ke Indonesia
Vasco da Gama membuka jalan ke Nusantara dan berhasil mencapai Kalkuta pada tahun 1497. Oleh karena kekayaan di Malaka, kemudian bangsa portugis mengutus Diego Lopes de Sequeira untuk pergi ke Malaka. Portugis mengirim gubernur portugis di India, yaitu Alfonso de Albuquerque, kemudian terjadilah perang antara Portugis dan Malaka. Dalam perang tersebut, Portugis berhasil menduduki Malak.
PERKEMBANGAN KOLONIALISME DAN IMPERIALISME SERTA PENGARUHNYA

Pada tahun 1522, portugis mendirikan kantor dagang dan benteng di Ternate, serta mempunyai hak monopoli di pusat rempah-rempah. Menjelang akhir abad ke-16, kedudukan portugis di nusantara semakin memburuk akibat munculnya berbagai perlawanan dari para penguasa pribumi, sehingga kepentingan dagang nya di Maluku dan sekitarnya semakin merosot. Akhirnya, masa keemasan portugis di nusantara lenyap seiring dengan kedatangan belanda yang kemudian mengambil alih kedudukan mereka.

Kedatangan Belanda ke Indonesia
Pada tahun 1596, rombongan orang-orang belanda yang dipimpin oleh Cornelis de Houtman tiba di Banten. Tahun 1598 pasukan belanda datang lagi ke banten dibawah pimpinan Jacob van Neck. Atas nasihat Yohan van Olden Bernevelt, bangsa belanda mendirikan VOC (Verenigde Oost Indische Compagnie) atau Persekutuan Perdagangan Hindia Timur di Ambon pada tahun 1605. Pimpinan VOC di belanda dipegang oleh Dewan 17, sedangkan di Indonesia dipegang oleh seorang Gubernur Jenderal. Gubernur Jenderal pertama VOC adalah Pieter Both.

VOC Mendapat Hak-hak Istimewa (Hak Oktroi) yaitu sebagai berikut:
-Mengangkat pegawai-pegawainya
-Mempunyai pengadilan sendiri
-Memonopoli perdagangan di wilayah antara Amerika Selatan dan Afrika
-Mempunyai angkatan perang, mendirikan benteng-benteng, dan menjajah
-Mencetak dan mengedarkan uang
-Membuat perjanjian dengan penguasa-penguasa setempat atas nama pemerintah Belanda.

Siasat yang dijalankan VOC:
-Menjalankan sistem monopoli, yaitu selain VOC tidak boleh orang berniaga di daerahnya
-Menjalankan ekstirpasi, yaitu menghukum pelanggar peraturan monopoli di maluku dengan membinasakan pohon rempah-rempah yang berlebih
-Menjalankan pelayaran hongi, yaitu pelayaran keliling dengan perahu kora-kora untuk mengawasi peraturan monopoli perdagangan dan penanaman cengkih di maluku
-Melakukan politik devide et impera (politik memecah belah dan adu domba) antara keluarga dalam satu kerajaan dan keluarga lainnya.

Akhir kejayaan VOC
Tanggal 31 desember 1799 VOC secara resmi dibubarkan karena beberapa sebab, antara lain merajalelanya korupsi sehingga VOC banyak menanggung beban hutang. Sejak tanggal 1 januari 1800 seluruh wilayah kekuasaan VOC diambil alih menjadi daerah jajahan Kerajaan Belanda, kemudian diberi nama Hindia-Belanda.

KEBIJAKAN PEMERINTAH KOLONIAL
-Pemerintahan Daendels di Indonesia
-Pemerintahan Raffles di Indonesia
-Pemerintahan Van den Bosch di Indonesia
-Pelaksanaan Politik Ekonomi Pintu Tebuka
-Pelaksanaan Politik Etis

Pemerintahan Daendels di Indonesia
Langkah yang diambil Daendels untuk meningkatkan pemasukan kas negara:
-Menjual tanah kepada pihak partikelir
-Menerapkan aturan contingenten dan verplichte leverantie
-Melaksanakan kerja paksa rodi
-Memperluas penanaman kopi

Langkah yang diambil Daendels untuk mempertahankan pulau jawa dari serangan Inggris:
-Mendirikan pabrik senjata di Batavia dan Surabaya
-Memperkuat pasukan dengan mengangkat orang-orang Indonesia
-Membangun pangkalan militer di Merak dan Ujung Kulon
-Mendirikan benteng-benteng pertahanan
-Membuat jalan raya sepanjang Anyer-Panarukan

Pemerintahan Raffles di Indonesia
Kebijakan Raffles yang terkenal adalah sistem pajak/sewa tanah dengan tujuan mengeruk keuntungan. Kebijakan Raffles tidak berhasil karena pada saat itu masyarakat Indonesia belum mengenal sistem ekonomi uang.

Pemerintahan Van den Bosch di Indonesia
Kebijakan van den bosch adalah menerapkan sistem tanam paksa / cultuurstelsel.

Ketentuan tanam paksa:
-Petani wajib menyerahkan 1/5 tanahnya untuk ditanami tanaman ekspor
-Hasil tanaman ekspor diserahkan kepada pemerintah Belanda
-1/5 tanah tersebut bebas dari pajak
-Pekerjaan untuk menanam tanaman ekspor tidak boleh melebihi waktu untuk menanam padi
-Wajib tanam bisa diganti dengan penyerahan tenaga
-Kegagalan panen menjadi tanggungan pemerintah

Pelaksanaan Politik Ekonomi Pintu Terbuka
Sejalan dengan adanya politik ekonomi pintu terbuka, pada tahun 1870 pemerintah Belanda menerapkan Undang-Undang Agraria dengan tujuan sebagai berikut:
-Melindungi hak milik pribumi atas tanahnya dari penguasaan orang asing
-Memberi peluang kepada pengusaha asing untuk dapat menyewa tanah dari rakyat Indonesia

Pelaksanaan Politik Etis
Pada awal abad ke-20, lahirlah gagasan Conrad Teodore van Deventer yang dikenal dengan politik etis (politik balas budi).

Sesuai dengan nama pencetus ny, politik etis memiliki 3 program yang disebut dengan Trilogi Van Deventer yang meliputi sebagai berikut:
-Edukasi (pendidikan)
-Irigasi (pengairan)
-Emigrasi (perpindahan penduduk)

0 komentar:

Post a Comment